Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Memilih Pemimpin

"Jika kita memilih pemimpin, bukan dia yang kita pilih. Tapi diri sendiri kitalah yang kita pilih untuk dipimpin oleh dia." -Calon LM 1- Mendengar itu, aku jadi berpikir. Itukah alasan seseorang untuk golput? Karena memilih untuk dipimpin seseorang di luar pilihan yang tersedia? Aku punya teori yang lebih simpel. "Tentukan mana yang paling tidak diinginkan. Lalu pilih lawannya." Lawan disini bisa saingan terberat, atau yang pemikirannya berseberangan. Tolong teman, jangan golput. Semua belum dimulai. Maka, mengepolah dari sekarang, kenali semua calon pemimpinmu. Semua belum terlambat. Khalifah Umar bin Abdul Aziz bisa memperbaiki dunia dalam waktu dua setengah tahun, padahal beliau manusia biasa, bukan nabi bukan pula shahabat. Karena itu jangan lupa rajin mengepo agar tidak salah pilih kawan, pilihlah pemimpin yang terbaik. Sebelum menyesal karena pilihanmu yang salah. Atau lebih menyakitkan lagi, menyesal karena membiarkan orang yang salah memimpin, padaha

Gosip Hari Ini

Mengerikan dan Brutal, TEMPO dan KataData ‘Memeras’ Bank Mandiri dalam Kasus SKK Migas? Mon, 11/11/2013 - 18:49 WIB Saya adalah seorang perempuan biasa yang sempat bercita-cita menjadi seorang wartawan. Menjadi wartawan TEMPO tepatnya. Kekaguman saya terhadap sosok Goenawan Mohamad yang menjadi alasan utamanya. Dimulai dari mengoleksi coretan-coretan beliau yang tertuang dalam ‘Catatan Pinggir’ hingga rutin membaca Majalah TEMPO sejak masih duduk di bangku pelajar, membulatkan tekad saya untuk menjadi bagian dalam grup media TEMPO. Dengan polos, saya selalu berpikir, salah satu cara memberikan kontribusi yang mulia kepada masyarakat, mungkin juga negara adalah dengan menjadi bagian dalam jejaring wartawan TEMPO. Apalagi, sebagai awam saya selalu melihat TEMPO sebagai media yang bersih dari praktik-praktik kotor permainan uang. Permainan uang ini, dikenal dalam dunia wartawan dengan istilah ‘Jale’ yang merupakan perubahan kata dari kosakata ‘Jelas’. “Jelas nggak nih

Dia Sedang Tidur

Dia, yang masa depan dunia berada di tangannya. Karena kecerdasannya yang gemilang dan putih hatinya tak teragukan. Bicaranya mempesona, diamnya memikat. Tatapannya menyala, gerakannya membara. Tapi ia kini sedang tidur.  Dia, yang kejayaan ditentukan oleh sikapnya. Peradaban akan diusungnya, perubahan dibawanya, perbaikan disongsongnya. Dia, yang menjadi kunci bagi terwujudnya kebenaran yang tegak dan keadilan yang bercahaya di bumi. Tapi ia kini sedang tidur.  Ia yang kumaksud adalah kamu! Sadarkah kau, potensi dirimu yang luar biasa? Kekuatanmu? Pernahkah kau coba menggunakannya secara maksimal? Kemampuanmu? Tahukah kau di mana batasnya? Bangun! Bangunlah! Engkaulah pemuda yang Indonesia cari! Engkaulah pemuda yang dunia ini cari!

Kebenaran

Besok ada filsafat nih, paling menyenangkan :D Para filsuf adalah orang-orang yang cinta kebenaran. Maka mereka mencarinya. Tapi bagaimana mengenali kebenaran? Menurutku, sederhana. Kebenaran itu tidak berubah. Misalnya, kejujuran. Kejujuran adalah hal yang benar. Dimanapun dan kapanpun jujur bukan kesalahan. Sejak pertama kali diciptakan, jujur adalah perbuatan yang benar dan berarti pernyataan itu adalah kebenaran. Contoh lain, 1+1=2. Sejak pertama kali ada, dimanapun dan kapanpun, selalu begitu. Maka 1+1=2 adalah benar. Maka aku percaya bahwa Al-Qur'an benar. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. :)

Mau-Maunya Dikuping

Heran bener, ada orang-orang yang mau dikuping dengan alasan tidak salah. Tolong ya, tolong, kalo nggak salah, ngapain dikuping? Asik ya, mimpin negara yang nguping orang sedunia. Asik iyaa? Kalo nggak jahat, kenapa merasa perlu tahu apa yang semua orang lakukan? Plis, presiden yang kepilih tahun depan harus keren. Tahun ini seluruh dunia disadap negara sono. Mulai tahun depan tuh negara disadap sama presiden yang baru. Gimana? Menlu tahun depan juga harus keren, minimal doktor, maksimal 40 tahun. Biar membara, berapi-api. Nggak penasaran po pengen kayak negara sono ngatur2 orang sedunia? Padahal urusan kesejahteraan warganya aja nggak beres. Kalo ada apa2 di mana pun pasti dimintai komentar. Asik ya? Mau dong. Pemimpin tahun depan harus laki tapi nggak kayak iklan. Jangan golput yah, awas kalo pada golput teus yang kepilih jelek. Jadi ini tipsnya: cari yang paling jelek, lalu pilih musuhnya. Hahah. Materinya gitu. Cita-citaku buat Indonesia selalu sama dengan semuanya: Selal