Langsung ke konten utama

Postingan

Memilih Pemimpin

"Jika kita memilih pemimpin, bukan dia yang kita pilih. Tapi diri sendiri kitalah yang kita pilih untuk dipimpin oleh dia." -Calon LM 1- Mendengar itu, aku jadi berpikir. Itukah alasan seseorang untuk golput? Karena memilih untuk dipimpin seseorang di luar pilihan yang tersedia? Aku punya teori yang lebih simpel. "Tentukan mana yang paling tidak diinginkan. Lalu pilih lawannya." Lawan disini bisa saingan terberat, atau yang pemikirannya berseberangan. Tolong teman, jangan golput. Semua belum dimulai. Maka, mengepolah dari sekarang, kenali semua calon pemimpinmu. Semua belum terlambat. Khalifah Umar bin Abdul Aziz bisa memperbaiki dunia dalam waktu dua setengah tahun, padahal beliau manusia biasa, bukan nabi bukan pula shahabat. Karena itu jangan lupa rajin mengepo agar tidak salah pilih kawan, pilihlah pemimpin yang terbaik. Sebelum menyesal karena pilihanmu yang salah. Atau lebih menyakitkan lagi, menyesal karena membiarkan orang yang salah memimpin, padaha...

Gosip Hari Ini

Mengerikan dan Brutal, TEMPO dan KataData ‘Memeras’ Bank Mandiri dalam Kasus SKK Migas? Mon, 11/11/2013 - 18:49 WIB Saya adalah seorang perempuan biasa yang sempat bercita-cita menjadi seorang wartawan. Menjadi wartawan TEMPO tepatnya. Kekaguman saya terhadap sosok Goenawan Mohamad yang menjadi alasan utamanya. Dimulai dari mengoleksi coretan-coretan beliau yang tertuang dalam ‘Catatan Pinggir’ hingga rutin membaca Majalah TEMPO sejak masih duduk di bangku pelajar, membulatkan tekad saya untuk menjadi bagian dalam grup media TEMPO. Dengan polos, saya selalu berpikir, salah satu cara memberikan kontribusi yang mulia kepada masyarakat, mungkin juga negara adalah dengan menjadi bagian dalam jejaring wartawan TEMPO. Apalagi, sebagai awam saya selalu melihat TEMPO sebagai media yang bersih dari praktik-praktik kotor permainan uang. Permainan uang ini, dikenal dalam dunia wartawan dengan istilah ‘Jale’ yang merupakan perubahan kata dari kosakata ‘Jelas’. “Jelas nggak nih...

Dia Sedang Tidur

Dia, yang masa depan dunia berada di tangannya. Karena kecerdasannya yang gemilang dan putih hatinya tak teragukan. Bicaranya mempesona, diamnya memikat. Tatapannya menyala, gerakannya membara. Tapi ia kini sedang tidur.  Dia, yang kejayaan ditentukan oleh sikapnya. Peradaban akan diusungnya, perubahan dibawanya, perbaikan disongsongnya. Dia, yang menjadi kunci bagi terwujudnya kebenaran yang tegak dan keadilan yang bercahaya di bumi. Tapi ia kini sedang tidur.  Ia yang kumaksud adalah kamu! Sadarkah kau, potensi dirimu yang luar biasa? Kekuatanmu? Pernahkah kau coba menggunakannya secara maksimal? Kemampuanmu? Tahukah kau di mana batasnya? Bangun! Bangunlah! Engkaulah pemuda yang Indonesia cari! Engkaulah pemuda yang dunia ini cari!

Kebenaran

Besok ada filsafat nih, paling menyenangkan :D Para filsuf adalah orang-orang yang cinta kebenaran. Maka mereka mencarinya. Tapi bagaimana mengenali kebenaran? Menurutku, sederhana. Kebenaran itu tidak berubah. Misalnya, kejujuran. Kejujuran adalah hal yang benar. Dimanapun dan kapanpun jujur bukan kesalahan. Sejak pertama kali diciptakan, jujur adalah perbuatan yang benar dan berarti pernyataan itu adalah kebenaran. Contoh lain, 1+1=2. Sejak pertama kali ada, dimanapun dan kapanpun, selalu begitu. Maka 1+1=2 adalah benar. Maka aku percaya bahwa Al-Qur'an benar. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. :)

Mau-Maunya Dikuping

Heran bener, ada orang-orang yang mau dikuping dengan alasan tidak salah. Tolong ya, tolong, kalo nggak salah, ngapain dikuping? Asik ya, mimpin negara yang nguping orang sedunia. Asik iyaa? Kalo nggak jahat, kenapa merasa perlu tahu apa yang semua orang lakukan? Plis, presiden yang kepilih tahun depan harus keren. Tahun ini seluruh dunia disadap negara sono. Mulai tahun depan tuh negara disadap sama presiden yang baru. Gimana? Menlu tahun depan juga harus keren, minimal doktor, maksimal 40 tahun. Biar membara, berapi-api. Nggak penasaran po pengen kayak negara sono ngatur2 orang sedunia? Padahal urusan kesejahteraan warganya aja nggak beres. Kalo ada apa2 di mana pun pasti dimintai komentar. Asik ya? Mau dong. Pemimpin tahun depan harus laki tapi nggak kayak iklan. Jangan golput yah, awas kalo pada golput teus yang kepilih jelek. Jadi ini tipsnya: cari yang paling jelek, lalu pilih musuhnya. Hahah. Materinya gitu. Cita-citaku buat Indonesia selalu sama dengan semuanya: Selal...

Jika Allah Tuhannya Maka Merdeka

Sebelumnya, aku ingin mendoakanmu dengan doa yang indah, Salam cinta karena Yang Maha Cinta, Pencipta Cinta, Pemberi Cinta, Pemilik Cinta, Sumber Cinta Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ... Jika Allah Tuhannya Maka Merdeka Jika Allah Tuhannya maka merdeka Tiada kesedihan Tiada ketakutan Tiada kekhawatiran Karena berlindung pada Yang Maha Pelindung Karena tentram hati pada Yang Maha Kuasa Jika Allah Tuhannya maka medeka Tiada kekecewaan Tiada kegelisahan Tiada keputusasaan Karena yang dirindu adalah Pencipta Kerinduan Karena yang dicinta adalah Pencipta Kecintaan Jadi, bergantung pada-Nya berarti merdeka Melepaskan diri dari semua yang lainnya Meniadakan setiap rasa tanpa dasar Tunduk pada Pencipta, Penguasa, Pemilik, Pengatur Yang Merawat dengan Kemahasempurnaan-Nya Hanya menyembah-Nya Sembahlah Allah Maka merdeka Tiada kesakitan, ketakutan, kesedihan pada sesuatu apapun di dunia ini

Kata Ayah Soal Keadilan

Kata ibu soal keadilan adalah tidak ada keadilan di dunia ini. Mungkin untuk saat ini. Mungkin bisa selamanya. Karena Yang Adil hanya Allah, Yang Selalu Adil hanya Allah, dan Yang Maha Adil hanya Allah. Itu kata ibuku, menentramkan kegemasanku pada hal-hal yang kurasa pantas untuk disebut sebagai ketidakadilan. Sejak aku kecil, selalu begitu. Ayah berpendapat sama, dengan cara yang berbeda. Allah itu Maha Adil. Katanya suatu saat. Maka, ia beikan keberhasilan kepada seseorang di dunia sesuai dengan usahanya untuk meraih keberhasilan itu. Bukan dari kedekatan. Maka jika ada orang jahat yang berhasil menggunakan kecerdasannya untuk meraup keuntungan pribadi dan merugikan orang lain, bukan berarti Allah tidak adil. Justru itu berarti Allah Maha Adil, memberi hasil sesuai dengan usaha dan ambisinya. Ia melanjutkan. Aku setuju. Allah tidak pernah KKN. Maka usaha dan doa tidak boleh terpisahkan. Usaha akan mensukseskan. Dan doa akan membuat lebih barakah. Dengan doa, usaha tidak hanya ...