Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Antara Bersyariah dan Manusiawi: Berbanding, Bertanding, Atau Bersanding?

"NKRI Bersyariah ATAU Ruang Publik yang Manusiawi?" Begitulah Denny JA menuliskan judul artikelnya yang harus dikupas dalam lomba menulis kebangsaan. Saya sama terkejut dan bingungnya dengan Anda tatkala membaca judul yang sangat 'berani' tersebut. Apalagi dengan menggunakan huruf kapital pada kata 'atau', judul itu tidak hanya membandingkan, tapi menandingkan syariat Islam dengan kemanusiaan. Lebih 'berani'nya lagi, menjadikannya sebagai tulisan untuk diulas dalam lomba KEBANGSAAN. Seperti apa argumen yang Denny JA sajikan untuk menyatakan bahwa ajaran agama yang bervisi menyempurnakan akhlaq dan menjadi rahmat bagi semesta alam tidak manusiawi?  Anda bisa membaca artikel lengkapnya di laman Persatuan Wartawan Indonesia, halaman Facebook Denny JA, atau Anda bisa membaca ringkasannya di sini. Pada awal artikel, Denny JA menyebut nama Habib Rizieq Shihab (HRS) yang sering membawa narasi NKRI bersyariah. Namun narasi hanya sebatas narasi. HRS tidak per

Berterimakasih Atas Kesempatan

Saya mensyukuri 22 tahun yang terlewati. Saya bersyukur lahir dari orang tua yang terbiasa sibuk. Sampai usia ini, mereka masih sehat wal afiat dan jauh lebih enerjik dari anak-anaknya. Saya bersyukur lahir menjadi anak sulung. Tempat orang tua bercerita, bertanya, dan berdiskusi. Saya bersyukur atas semua pengalaman. Pengalaman menyenangkan yang membuat berulang-ulang mengenang. Juga pengalaman tidak menyenangkan yang menjadi pelajaran. Saya mensyukuri setiap keputusan yang tidak mungkin diralat. Waktu tidak akan pernah bisa berhenti atau diulang, dan bahkan hal paling bodoh yang saya lakukan mungkin jauh lebih baik daripada terlambat menyadari kalau itu salah dan melakukannya di masa depan. Saya mensyukuri setiap kejadian. Termasuk saat bencana terjadi, gempa bumi dan erupsi gunung berapi. Saya bersyukur karena keluarga kami lebih dari baik-baik saja. Ummi dan adik memang trauma. Tapi alhamdulillah kami punya kesempatan untuk berbuat baik lebih banyak. Waktu gempa bumi terjadi, s